Kupang, RakyatNTT.ID – Komitmen Yayasan Felix Maria Go (YFMG) untuk benar-benar mengubah wajah Kampung Maumolo, bukanlah isapan jempol belaka. Kampung yang berada di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara itu, kini mulai bergeliat dari sisi ekonomi dan pertanian. YFMG setidaknya telah memberi semangat baru bagi masyarakat Maumolo untuk kembali bangkit, setelah puluhan tahun mengalami kekeringan. Sejumlah program perberdayaan masyarakat, saat ini sedang dikerjakan YFMG di Kampung Maumolo.

Hal tersebut terungkap dalam bincang-bincang RakyatNTT.ID dengan Field Manager YFMG, Vecky Titi, Rabu (1/10/2025). Sebagai seorang yang diberi tanggung jawab mengawasi kegiatan di lapangan, Vecky menjelaskan, Yayasan Felix Maria Go melakukan kegiatan revitalisasi di Kampung Maumolo, agar kampung tersebut kembali menjadi sentra sayur mayur seperti puluhan tahun silam.

“Dalam program revitalisasi Kampung Maumolo, Yayasan Felix Maria Go tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali identitas Maumolo sebagai sentra sayur mayur bagi Kabupaten Timor Tengah Utara. Semua kegiatan dilakukan berdasarkan kebutuhan warga, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Vecky.

Iklan

Saat ini, lanjutnya, kegiatan yang sedang berjalan meliputi pengadaan dua sumur bor dari lima titik yang direncanakan. Selain itu, pembangunan dua bak air, kios koperasi, MCK, serta fasilitas budidaya sayur hidroponik. “Seluruh pekerjaan dikerjakan langsung oleh warga, sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap hasil pembangunan. Respon masyarakat sangat positif. Mereka bergotong royong dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa keberhasilan program bukan hanya karena bantuan dari luar, tetapi juga karena partisipasi dan kesadaran dari dalam komunitas sendiri,” kata Vecky.

Di bulan Oktober ini, tambahnya, Yayasan Felix Maria Go akan memulai beberapa program pemberdayaan masyarakat. Seperti membantu pengurusan Akta Kelahiran, program siskamling, pengembangan UMKM, sekolah minggu, hingga kegiatan kreatif anak-anak (misalnya lomba mewarnai). “Program-program ini diharapkan dapat melengkapi pembangunan fisik dengan penguatan sumber daya manusia,” sebutnya seraya menambahkan, sebagai penanggung jawab lapangan, dia berkomitmen memastikan setiap tahapan berjalan lancar dan tepat sasaran. “Harapannya, Kampung Maumolo benar-benar bangkit kembali sebagai pusat produksi sayur yang membanggakan serta menjadi contoh nyata kekuatan gotong royong masyarakat,” pungkas Vecky Titi. (robert kadang)