Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bergerak cepat melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kurang dari sepekan sejak resmi menjabat, ia mengambil langkah tegas dengan menutup permanen ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar operasional.
Per Senin (27/7/2026), BGN resmi menghentikan operasional 883 SPPG yang diduga melakukan berbagai pelanggaran, mulai dari persoalan higienitas, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi ketentuan.
Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Sudaryono menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjaga kepercayaan publik.
“Kami telah menemukan ada 883 dapur yang kami suspend per hari ini,” ujar Sudaryono.
Sebaran 883 Dapur MBG yang Ditutup
Sudaryono merinci, dari total 883 SPPG yang dihentikan operasionalnya, sebanyak:
- 98 SPPG berada di Wilayah 1 yang meliputi Sumatra.
- 311 SPPG berada di Wilayah 2 yang mencakup Jawa dan Madura.
- 474 SPPG berada di Wilayah 3 yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.
Wilayah 3 menjadi daerah dengan jumlah penutupan terbanyak, menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG di kawasan tersebut.
Dapur yang Ditutup Tidak Lagi Dibayar Pemerintah
Sudaryono menegaskan mekanisme penindakan kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika pada masa lalu dapur yang disuspend masih menerima pembayaran dari pemerintah, kini seluruh SPPG yang ditutup permanen tidak lagi memperoleh pendanaan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan