Kupang, RakyatNTT.ID – Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sedang merayakan ulang tahun ke-103 Kota Kefamenanu. Di tengah kemeriahan itu, Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, mengajak semua elemen masyarakat bahu membahu dengan pemerintah daerah untuk membangun Timor Tengah Utara. Ajakan itu direspon positif Yayasan Felix Maria Go (YFMG). Di bawah kepemimpinan Fransiscus Go, yayasan sosial kemasyarakatan itu, kini serius membangun sebuah kampung bernama Kuan Maumolo. Kampung yang telah puluhan tahun mengalami kekeringan.

Dimulai dari pembangunan infrastruktur pengairan. YFMG membuat sumur bor di beberapa titik. Air dari sumur bor tersebut lalu ditampung direservoar, kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga dan juga areal pertanian. Pasokan air itu kini membuat Kuan Maumolo bergeliat kembali. Pembuatan sumur bor di beberapa titik, bukannya tanpa alasan. Pasalnya, kampung itu dulunya dikenal sebagai sentra produksi sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Hasil produksi pertanian Maumolo, dipasarkan di sejumlah pasar yang ada di Kota Kefamenanu.

Ketua Yayasan Felix Maria Go, Fransiscus Go, kepada RakyatNTT.ID Selasa (23/9/2025), mengatakan, program pemberdayaan Kampung Maumolo di TTU adalah wujud nyata dari semangat membangun dari akar. “Kami di Yayasan YFMG percaya, bahwa kekuatan bangsa dimulai dari desa. Dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan keterampilan, hingga pemanfaatan potensi alam, kita tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menumbuhkan kemandirian,” tandasnya.

Iklan