Menurut Dirjen Anggaran Kemenkeu, Luky Alfirman, koreksi terjadi karena perhitungan awal belum mencakup semua komponen belanja pegawai.

“Perhitungan sebelumnya belum memasukkan seluruh komponen gaji dan tunjangan guru, dosen, serta tenaga kependidikan di daerah,” jelas Luky.

Rincian RAPBN 2026 Sektor Pendidikan

Kementerian Keuangan menegaskan anggaran pendidikan tetap dijaga 20 persen dari APBN, yaitu sebesar Rp757,8 triliun. Rinciannya:

Iklan
  • Transfer ke Daerah (TKD): Rp253,4 triliun untuk tunjangan guru negeri/swasta, BOS, BOP PAUD, BOP Kesetaraan, tambahan penghasilan guru.
  • Belanja K/L: Rp243,9 triliun melalui Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, Kemenag, Kementerian PU, dan Kemensos.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp223,6 triliun ditujukan bagi 71,9 juta siswa dan santri.
  • Pembiayaan: Rp37 triliun untuk beasiswa LPDP (4.000 mahasiswa), 452 riset, serta dukungan bagi 21 PTN BH eksisting dan 2 PTN BH baru.

Dengan alokasi ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan nasional. (*/rnc)