Kupang, RakyatNTT.ID – Rumah-rumah warga di Pulau Flores kembali roboh setelah gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut.

Hingga Jumat (21/8/2026) pagi, tercatat 4.256 gempa susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang laut Flores, tepatnya di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (15/8/2026).

Rangkaian gempa tersebut membuat puluhan ribu warga mengungsi dan menyebabkan ribuan rumah mengalami kerusakan. Sejumlah akses jalan juga tertutup material longsor dan bebatuan.

Iklan

Tak hanya itu, tanah di sejumlah lokasi dilaporkan terbelah hingga membentuk lubang menganga akibat aktivitas tektonik yang terus berlangsung.

Gempa Susulan Terbesar M6,2

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan aktivitas gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah Pulau Flores.

Dari ribuan gempa yang tercatat, gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan Magnitudo 1,1.

“Magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1, magnitudo di atas 5 sebanyak 31 dan gempa susulan dirasakan 118,” kata Arief dalam keterangannya, Jumat.

Menurut Arief, grafik aktivitas kegempaan menunjukkan adanya kecenderungan penurunan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti gempa susulan akan segera berhenti.