“Kunjungan UNICEF ke Undana bertujuan mendiskusikan penguatan kapasitas dan potensi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemerintah menangani persoalan gizi di NTT. Undana memiliki sumber daya akademik dan beragam keahlian yang dapat disinergikan untuk mempercepat penanganan masalah gizi,” jelas Mamadou.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan yang berfokus pada solusi pangan dan gizi untuk wilayah kepulauan serta lahan kering, khususnya Indonesia Timur.

Pusat keunggulan tersebut diharapkan menjadi wadah yang mengintegrasikan kekuatan riset perguruan tinggi, kebutuhan kebijakan pemerintah, serta pendampingan masyarakat di lapangan.

Iklan

Riset Undana Diarahkan untuk Perkuat Pangan Lokal

Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, mengatakan kondisi geografis NTT sebagai wilayah semi-arid membutuhkan pendekatan teknologi yang mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal.

Menurutnya, hasil riset dan inovasi Undana dapat diarahkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah komoditas lokal yang berpotensi dikembangkan antara lain sorgum, jagung, kacang hijau, sapi NTT, kelor, rumput laut, serta berbagai produk pangan lokal lainnya.