Jakarta, RakyatNTT.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino masih akan berlangsung hingga awal 2027. Namun, dampak El Nino diprediksi semakin berkurang seiring meluasnya musim hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Ridjab, mengatakan keberadaan El Nino tidak serta-merta membuat Indonesia mengalami musim kemarau secara terus-menerus. Menurutnya, El Nino dan musim hujan merupakan dua fenomena yang berbeda, tetapi dapat saling memengaruhi.

“Walaupun El Nino akan bertahan sampai awal 2027, tapi dengan masuknya Indonesia ke musim hujan, maka dampak El Nino akan berkurang,” kata Fachry kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Iklan

El Nino dan Musim Hujan Merupakan Fenomena Berbeda

Fachry menjelaskan, musim hujan dan musim kemarau merupakan siklus yang tetap berlangsung di Indonesia, baik ketika terjadi El Nino maupun tidak.

“Yang perlu kita pahami, El Nino dan musim (hujan) itu dua fenomena yang tidak sama, tapi saling memengaruhi. Musim kemarau, musim hujan akan selalu terjadi di Indonesia, ada atau tidaknya El Nino,” ujarnya.

Saat ini, sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim hujan. BMKG mencatat Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah mengalami awal musim hujan.