Keberhasilan kelompok dalam mengelola bantuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kemungkinan perluasan program ke jemaat lain di wilayah Klasis Rote Timur.

Ketua Tim PKM Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah ternak yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami bersyukur karena ternyata Klasis Rote Timur juga sudah siap. Jemaat sudah diinformasikan dan mereka sudah siap menerima serta mengelola bantuan ini. Penyerahan ayam menjadi awal dari proses pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat,” ujarnya.

Iklan

Ia menambahkan, apabila kelompok penerima manfaat mampu mengelola bantuan dengan baik, Undana membuka peluang untuk melanjutkan distribusi bantuan dengan jumlah yang sama kepada jemaat berikutnya.

Undana Dampingi Vaksinasi hingga Biosekuriti Kandang

Untuk memastikan ayam petelur dapat berkembang dan menghasilkan telur secara optimal, tim akademisi Undana juga memberikan pendampingan teknis kepada kelompok penerima.

Materi pendampingan mencakup jadwal vaksinasi, manajemen pakan, pencahayaan, air minum, pengelolaan telur, hingga penerapan biosekuriti kandang.