Kritik tersebut mendorong pengembangan kajian politik yang lebih inklusif, dengan menempatkan pengalaman perempuan, kelompok rentan, dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dalam pembahasan keadilan.

Otto Gusti Madung Siapkan Edisi Revisi dengan Perspektif Gender dan Ekologi

Menanggapi berbagai catatan dari para akademisi Undana, Prof. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, menjelaskan bahwa buku Filsafat Politik berawal dari kumpulan bahan ajar yang dikembangkannya sejak 2008.

Ia menyambut baik kritik mengenai keterbatasan pembahasan feminisme, identitas, dan persoalan lingkungan dalam sejarah pemikiran politik klasik Barat.

Otto menyampaikan bahwa edisi revisi yang dijadwalkan terbit pada akhir Oktober 2026 akan membawa judul Demokrasi, Kekuasaan, Identitas, dan Globalisasi. Edisi tersebut direncanakan memasukkan pembahasan khusus mengenai isu gender dan keadilan ekologis.

“Catatan mengenai isu perempuan dan ekologi sangat berharga. Edisi buku berikutnya yang akan terbit akhir Oktober dengan judul Demokrasi, Kekuasaan, Identitas, dan Globalisasi akan memasukkan isu gender serta masalah ekologis. Terkait konflik, saya sependapat bahwa demokrasi justru hidup jika menghargai dissensus dan perbedaan pendapat melalui daya penilaian politis (Urteilskraft),” ujar Otto.