Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong PT Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera memastikan ketersediaan dan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah NTT.

Desakan tersebut disampaikan menyusul kelangkaan BBM yang dalam beberapa waktu terakhir dirasakan masyarakat di hampir seluruh kabupaten/kota di NTT.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengakui kondisi tersebut saat diwawancarai usai peresmian GMIT Golgota Alak, Minggu (11/10/2026).

Menurut Johni, persoalan kelangkaan BBM tidak hanya terlihat dari sulitnya masyarakat mendapatkan minyak tanah, tetapi juga dari antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Kita meminta ke Pertamina supaya kelangkaan ini bisa segera teratasi,” ujar Johni.

Pemprov NTT Intensif Koordinasi dengan Pusat

Johni mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama Kementerian ESDM dan PT Pertamina, untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Koordinasi dilakukan karena ketersediaan BBM memiliki dampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

Kelangkaan BBM, kata dia, tidak hanya menyulitkan kebutuhan transportasi, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi rumah tangga serta berbagai program dan proyek pembangunan pemerintah.