Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Rumah Tuhan yang bagus ini tidak hanya digunakan pada hari Minggu saja. Setiap hari, rumah Tuhan ini harus menyuarakan iman Kristen. Gereja ini harus diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkembangkan iman jemaat, meningkatkan sumber daya manusia, serta meningkatkan kesejahteraan jemaat maupun masyarakat lainnya,” tegasnya.
Ia juga mengutip pemikiran dalam buku Menatap Masa Depan karya Pendeta Samuel Pandie dan rekan-rekan untuk mengajak gereja memperluas jangkauan pelayanannya.
Menurut Johni, gereja perlu terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi warga dan mencari jalan keluar bersama.
“Gereja itu tidak hanya ada di mimbar-mimbar dalam gereja, tetapi gereja harus turun ke masyarakat dan melihat apa permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pelayanan kita harus menjangkau ke luar, bukan hanya di dalam,” tambahnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pelayanan gereja yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui keterlibatan gereja, pemerintah berharap upaya mengatasi persoalan kemiskinan, stunting, dan keterbatasan kualitas SDM dapat memperoleh dukungan yang lebih luas hingga ke tingkat komunitas dan keluarga.
Pembangunan Gereja Golgota Alak Berlangsung Hampir Lima Tahun
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja GMIT Golgota Alak, Christian Baitanu, menyampaikan bahwa berdirinya gedung gereja tersebut merupakan hasil dari komitmen, kerja sama, dan perjuangan panjang jemaat bersama pemerintah serta para donatur.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan