Xanana kemudian mengaitkan penghargaan tersebut dengan sejarah perjuangan, kepemimpinan, dan kedaulatan Timor-Leste.

Ia menegaskan bahwa Timor-Leste dan Indonesia memiliki kedekatan geografis karena berbagi Pulau Timor dan wilayah laut yang mengelilingi kedua negara.

Karena itu, kerja sama, delimitasi perbatasan maritim, serta pengelolaan sumber daya laut secara damai menjadi bagian penting dari hubungan bilateral kedua negara.

Xanana mengatakan Timor-Leste terus melakukan negosiasi mengenai batas maritim dengan Indonesia berdasarkan UNCLOS dan hukum internasional.

Ia berharap proses tersebut dapat diselesaikan dengan semangat persahabatan dan saling menghormati.

Xanana: Kedaulatan Bukan Sekadar Bendera

Dalam pidatonya, Xanana juga memberikan penekanan mengenai arti kedaulatan sebuah negara.

Menurutnya, kedaulatan bukan hanya tentang bendera, konstitusi, maupun keanggotaan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kedaulatan membutuhkan kekuatan politik, ekonomi yang kuat, ketahanan pangan, lapangan kerja, serta peluang bagi generasi muda.

Karena itu, Timor-Leste perlu membangun ketahanan ekonomi agar kemerdekaan dapat dijamin bagi generasi mendatang.

Xanana juga mengingatkan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik bersenjata, ketegangan geopolitik, ketimpangan hingga melemahnya sistem internasional.