Menurutnya, penganugerahan Doctor Honoris Causa kepada Xanana bukanlah penghakiman politik terhadap masa lalu.

Sebaliknya, penghargaan tersebut merupakan pengakuan akademik terhadap seorang negarawan yang mampu menunjukkan bahwa perjuangan tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih.

“Setelah perjuangan, keberanian terbesar adalah keberanian untuk membangun perdamaian,” ujar Jamaluddin.

Ia juga menilai kemenangan paling bermakna adalah ketika masyarakat mampu hidup bersama, sedangkan warisan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kekuasaan yang pernah dipegang, tetapi dari masa depan yang berhasil dibuka bagi bangsanya.

Atas nama UNHAS, Rektor menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas keteguhan, keberanian, serta kebijaksanaan Xanana Gusmão.

UNHAS berharap Xanana tidak hanya menjadi sahabat universitas, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas akademik yang menjunjung tinggi kebenaran, kemanusiaan, dialog, dan perdamaian.

Xanana Soroti Hubungan Indonesia dan Timor-Leste

Dalam pidatonya setelah menerima gelar Doctor Honoris Causa, Xanana Gusmão menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada UNHAS.

Ia menyebut penerimaan gelar tersebut sebagai sebuah kehormatan besar.

Bagi Xanana, pengakuan dari UNHAS memiliki makna khusus karena universitas tersebut mempunyai peran penting dalam sejarah perkembangan Indonesia serta memiliki pengetahuan yang kuat mengenai kelautan.