“Lapangan pekerjaan bisa tercipta di sini dan ini tentu berdampak bagi anak-anak muda. Apalagi usaha ini juga dibangun oleh anak muda Sumba,” katanya.

Sementara itu, Owner Sumba Furniture, Rooli Dunga, menceritakan awal dirinya membangun usaha tersebut.

Rooli mengatakan, ide membangun usaha muncul dari pengalaman pribadi setelah menyelesaikan kuliah. Saat itu, ia menghadapi kondisi sulit karena belum memiliki pekerjaan.

“Kami pernah mengalami masa setelah selesai kuliah, tetapi tidak punya pekerjaan. Saat itu kami berpikir, mau melakukan apa? Apakah harus menjadi PNS?” kata Rooli.

Namun, Rooli memilih jalan berbeda. Ia mengaku hingga sekarang tidak pernah mengikuti tes CPNS.

“Sampai sekarang saya tidak pernah mengikuti tes PNS satu kali pun,” ujarnya.

Rooli menjelaskan, Sumba Furniture mulai dirintis sejak 2013. Pada awalnya, usaha tersebut masih mengerjakan furnitur standar berbahan kayu untuk kebutuhan rumah tangga maupun kafe.

Seiring waktu, ia melihat peluang bisnis furnitur dan interior semakin terbuka sehingga mulai mengembangkan desain yang lebih modern dan minimalis.

Dalam perjalanan membangun usaha, Rooli mengaku sempat mengalami masa sulit karena belum menemukan pasar yang jelas.