Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Keterbatasan jumlah sumber daya manusia di sejumlah unit tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pengawasan. Tenaga yang telah memiliki sertifikasi kompetensi dapat mendampingi satu hingga dua fakultas sekaligus dengan mekanisme monitoring yang dilakukan secara berkala.
Pengawasan tersebut diarahkan untuk memastikan setiap transaksi dan proses administrasi keuangan berjalan sesuai prosedur.
Evaluasi Rutin untuk Cegah Keterlambatan SPJ
Dalam pelaksanaannya, manajemen Undana menerapkan evaluasi pengelolaan keuangan secara bulanan dan triwulanan.
Teknologi informasi juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antarunit. Komunikasi dan pemantauan dilakukan melalui grup koordinasi internal sehingga perkembangan pelaksanaan anggaran dapat dipantau secara lebih cepat.
Apabila ditemukan unit kerja yang terlambat menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), pimpinan melakukan tindak lanjut melalui mekanisme koordinasi internal.
Pola pengawasan tersebut diarahkan untuk membangun rasa tanggung jawab sekaligus menjaga integritas para pengelola keuangan agar bekerja sesuai standar dan kompetensi yang dimiliki.
Anggaran Tidak Hanya Diukur dari Serapan
Menurut Prof. Paul, pengelolaan anggaran di Undana tidak hanya berorientasi pada seberapa besar anggaran dapat diserap. Hal yang menjadi perhatian adalah sejauh mana belanja tersebut menghasilkan dampak terhadap kinerja universitas.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan