Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Rinciannya, 2 ekor berasal dari Sumba Tengah dan 5 ekor dari Sumba Barat Daya.
Ada 24 kuda tanpa cap
Hasil pendataan juga menunjukkan adanya kuda yang memiliki tanda cap pada tubuhnya.
Sebanyak 20 ekor bercap asal Sumba Timur, 15 ekor asal Sumba Barat, 15 ekor asal Sumba Tengah, dan 5 ekor asal Sumba Barat Daya.
Namun, pemerintah juga menemukan 24 ekor kuda tanpa cap atau polos.
Sementara itu, terdapat 23 ekor kuda yang capnya kurang jelas.
Data tersebut masih menjadi bagian dari proses pendataan dan penelusuran terhadap asal-usul serta kepemilikan kuda.
Dua kuda berpindah ke Polsek Mamboro
Sebelumnya, pemerintah menerima informasi mengenai keberadaan penampungan kuda tersebut pada Minggu (30/8/2026).
Setelah mendapatkan informasi, sejumlah pejabat Pemkab Sumba Tengah langsung mendatangi lokasi di Desa Watu Asa.
Di lokasi awalnya diketahui terdapat 102 ekor kuda.
Sementara itu, dua ekor kuda berpindah ke Polsek Mamboro setelah diidentifikasi oleh pemiliknya.
Pemkab Sumba Tengah kemudian melakukan rapat dan koordinasi bersama aparat kepolisian untuk menentukan langkah penanganan.
Polisi diminta usut dugaan pencurian
Pada Selasa (1/9/2026), Wakil Bupati Sumba Tengah memimpin rapat koordinasi dengan Polres Sumba Tengah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan