Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kondisi bangunan yang dinilai tidak aman membuat pihak sekolah mengambil langkah untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar ke luar ruangan demi keselamatan murid dan guru.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.
“Kami membangun ruang kelas darurat ini agar anak-anak tetap bisa belajar sekaligus merasa aman. Ini juga mengikuti arahan pemerintah, mengingat bangunan kami sudah tidak bisa dipakai,” ujar salah satu guru SDI Tiwu Lenang, Oktavianus Besi.
Untuk memastikan seluruh siswa tetap memperoleh pelayanan pendidikan, sekolah menerapkan sistem belajar secara bergiliran atau shift.
Dengan keterbatasan ruang yang tersedia, para siswa menggunakan tempat belajar secara bergantian setiap hari.
“Kami berharap bencana ini segera berlalu, agar anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman di tempat dan gedung yang layak,” tambah Oktavianus.
Guru dan Orang Tua Bergotong Royong
Pembangunan kelas darurat tersebut menjadi bukti kuat kepedulian warga terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Hendrikus Rabu, yang mewakili para orang tua murid, menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh guru yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi sulit.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan