Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus mendorong pembenahan sektor pendidikan meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah. Dari 62 satuan pendidikan yang diusulkan untuk mendapatkan program pembangunan dan revitalisasi, sebanyak 40 satuan pendidikan telah memperoleh alokasi anggaran.

Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi revitalisasi satuan pendidikan Angkatan 3 Tahap 2 Tahun 2026 di lima sekolah, Selasa (8/9/2026).

Kelima sekolah tersebut yakni SD Inpres Ledemera, SD GMIT Bolou 2, SD Negeri Dainao, SD Negeri Eilode, dan SD Negeri Tada.

Di tengah tekanan anggaran dan kebijakan efisiensi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.

Sekolah adalah Investasi Masa Depan

Bupati Sabu Raijua Krisman Bernad Riwu Kore menegaskan, pembangunan sekolah tidak boleh dimaknai hanya sebagai pembangunan gedung atau perbaikan fasilitas yang rusak.

Menurutnya, pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menentukan kualitas generasi Sabu Raijua di masa mendatang.

“Sekolah bukan hanya tempat berdirinya sebuah bangunan. Sekolah adalah tempat anak-anak kita belajar, membentuk karakter, mengenal disiplin, mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan,” tegas Krisman.