Pembekalan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Undana untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan empati ketika diterjunkan dalam situasi bencana.

Pendampingan Psikososial jadi Bagian Pemulihan Pascagempa

Pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan tidak berhenti setelah kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Dukungan psikososial menjadi salah satu bagian penting untuk membantu masyarakat kembali membangun rasa aman dan menjalani kehidupan setelah mengalami peristiwa traumatis.

Iklan

Melalui KKN Tematik Tanggap Bencana, mahasiswa Undana diharapkan dapat menjadi bagian dari proses tersebut dengan memberikan pendampingan kepada berbagai kelompok usia.

Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk kembali bermain dan berinteraksi. Orang dewasa membutuhkan dukungan untuk menghadapi tekanan dan ketidakpastian, sementara lansia membutuhkan perhatian serta komunikasi yang lebih personal.

Dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan usia, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran bagi penyintas gempa di Kabupaten Nagekeo.

Pelatihan PFA akhirnya bukan sekadar agenda pembekalan sebelum turun ke lapangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi fondasi agar misi kemanusiaan mahasiswa Undana berjalan dengan empati, kesiapan, dan tanggung jawab, sehingga dukungan yang diberikan benar-benar membantu masyarakat dalam melewati masa sulit pascabencana. (*/rnc)