Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Konferensi pers tersebut akan membahas realisasi pendapatan dan belanja negara hingga Agustus 2026 dan menjadi momentum penting bagi pasar untuk melihat kondisi fiskal Indonesia.
Investor akan mencermati perkembangan penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga pembiayaan utang.
Data realisasi APBN hingga Agustus juga dapat menjadi gambaran mengenai kondisi fiskal Indonesia hingga akhir 2026, termasuk kemampuan pemerintah menjaga defisit dan membiayai berbagai program prioritas.
Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat masih berpotensi berlangsung dinamis. Pelemahan dolar AS dapat memberikan ruang penguatan bagi rupiah, tetapi arah kebijakan The Fed dan kondisi fiskal domestik tetap menjadi perhatian utama pasar. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan