Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus memperkuat sinergi dengan lembaga keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun daerah secara menyeluruh.

Pembangunan tidak hanya diarahkan pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter, kehidupan sosial, kepedulian masyarakat, serta terciptanya kerukunan dan kedamaian.

Komitmen tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam acara Perhadapan Pendeta dan Serah Terima Jabatan Ketua Majelis Jemaat Bermata Jemaat Menia, Jumat, 4 September 2026.

Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., diwakili Plt. Asisten III Sekda Sabu Raijua, Ir. Charles Meyok, dalam kegiatan tersebut.

Acara turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua, Melkianus T. Rensini, S.Sos., M.A.B., Ketua Majelis Klasis Sabu Barat-Raijua, Pdt. Femy Susanti Neno, S.Th., Ketua Majelis Klasis Sabu Timur, Pdt. John Mozes Hendrik Wadu Neru, S.Th., para pendeta, presbiter, tokoh masyarakat, serta warga jemaat.

Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah

Dalam sambutan tertulis Bupati Sabu Raijua yang dibacakan Ir. Charles Meyok, pemerintah daerah menyampaikan sukacita atas hadirnya pendeta tetap di Jemaat Bermata Jemaat Menia setelah sebelumnya mengalami kekosongan pelayanan.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menilai gereja memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat.

Hal tersebut tidak terlepas dari peran warga gereja yang juga merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, warga jemaat dinilai memiliki kontribusi penting dalam menjaga ketertiban, kerukunan, kepedulian sosial, sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, bangsa dan negara. Karena itu, sinergi dan komunikasi antara pemerintah dan gereja harus terus dijaga dan diperkuat,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Sambut Pendeta Baru di Jemaat Bermata Menia

Pada momentum tersebut, Pemkab Sabu Raijua juga menyampaikan apresiasi kepada Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), khususnya Majelis Klasis Sabu Barat-Raijua dan Majelis Klasis Sabu Timur.

Pemerintah menilai hubungan harmonis dan kerja sama yang selama ini dibangun antara lembaga gereja dan pemerintah menjadi modal penting dalam mendukung kehidupan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat melayani kepada Pdt. Marlin Mata Hine, S.Th., bersama keluarga yang dipercaya menjalankan tugas pelayanan di GMIT Jemaat Bermata Jemaat Menia.

Pemerintah daerah mengakui bahwa tugas penggembalaan memiliki tantangan dan dinamika tersendiri. Karena itu, komunikasi, koordinasi, kebersamaan, serta keterbukaan antara pemerintah, gereja dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pelayanan dapat berjalan secara baik.

“Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua akan selalu terbuka untuk berkoordinasi dan mendukung pelayanan gereja demi kepentingan masyarakat,” pesan Bupati.

Apresiasi untuk Pelayanan Pendeta Sebelumnya

Apresiasi juga diberikan kepada Pdt. Femy Susanti Neno, S.Th., yang sebelumnya menjalankan tugas pelayanan ex officio di Jemaat Bermata Jemaat Menia.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyampaikan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas tersebut.

Pemerintah berharap peran Pdt. Femy Susanti Neno sebagai Ketua Majelis Klasis Sabu Barat-Raijua tetap memberikan kontribusi positif bagi kehidupan jemaat dan masyarakat.

Sementara itu, kepada para presbiter dan seluruh warga jemaat, pemerintah mengajak agar menyambut pemimpin pelayanan yang baru dengan sukacita serta membangun kerja sama yang semakin solid.

Kebersamaan, sikap saling menghargai dan semangat melayani dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan jemaat yang kuat dan harmonis.

Gereja Didorong Aktif Jaga Kerukunan Sabu Raijua

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengajak seluruh jemaat dan klasis di wilayah tersebut untuk terus mengambil bagian dalam menjaga kerukunan dan kedamaian daerah.

Gereja diharapkan tidak hanya menjadi pusat kehidupan spiritual, tetapi juga terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang rukun, saling menghormati, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Acara Perhadapan Pendeta dan Serah Terima Jabatan Ketua Majelis Jemaat Bermata Jemaat Menia berlangsung lancar dan khidmat.

Momentum tersebut menjadi awal baru bagi perjalanan pelayanan Pdt. Marlin Mata Hine, S.Th., sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Sabu Raijua yang semakin maju, rukun dan sejahtera. (*/rnc)