Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menyiapkan fondasi pemulihan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah membangun satu data kerusakan dan kerugian yang akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Upaya tersebut dilakukan karena penanganan bencana di tujuh kabupaten terdampak akan memasuki tahap pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemulihan diproyeksikan berlangsung selama tiga tahun dan harus mengacu pada Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Pemerintah Provinsi NTT melalui BAPPERIDA dan BPBD, dengan dukungan Program Kemitraan Australia-Indonesia SIAP SIAGA, menggelar Forum Konsolidasi Data Sektoral dan Kewilayahan di Kupang, Kamis (17/9/2026).
Forum tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi data dari tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Data Kerusakan Harus Akurat
Verifikasi menjadi penting karena hasil temuan awal BAPPERIDA menunjukkan masih terdapat perbedaan data antara pemerintah kabupaten, perangkat daerah sektoral, dan balai-balai kementerian.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan