Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dengan cakupan tersebut, pemulihan tidak berhenti pada pembangunan kembali rumah, jalan, maupun gedung pemerintah. Pemerintah juga ingin memastikan masyarakat dan wilayah Flores memiliki ketangguhan yang lebih baik dalam menghadapi bencana berikutnya.
Yohanes menegaskan bahwa momentum pembangunan kembali harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dan wilayah.
“Tidak saja kita benahi dari sisi infrastruktur, tapi ketahanan masyarakat juga kita harus benahi… bagaimana bisa membangun Flores khususnya harus lebih baik dari sebelum bencana, harus lebih resilient,” ujarnya.
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan pembiayaan pemulihan. R3P nantinya tidak hanya menjadi pedoman pemanfaatan APBN, APBD Provinsi, dan APBD kabupaten, tetapi juga membuka ruang integrasi dukungan dari lembaga mitra, organisasi nonpemerintah, dan lembaga keagamaan.
Aspek kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial, serta perubahan iklim juga akan diintegrasikan dalam perencanaan pemulihan.
Data Dikembalikan untuk Disepakati
Forum konsolidasi data pada 17 September 2026 merupakan tahap ketiga dari rangkaian konsolidasi data pascagempa Flores.
Setelah berbagai sumber data dikumpulkan, dikompilasi, dan distandardisasi, data tersebut dikembalikan kepada pemerintah kabupaten, perangkat daerah teknis, dan instansi vertikal untuk diperiksa serta disepakati.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan