Kristo juga mengusulkan agar kelompok tani yang telah didampingi HKTI dapat dimediasi melalui wadah koperasi. Menurutnya, koperasi bisa membantu petani mengelola pasokan hasil kebun dan memperlancar distribusi langsung ke dapur MBG tanpa harus bergantung pada pemasok perantara.

“Kalau kelompok yang kita dampingi ini dimediasi dalam sebuah wadah koperasi, tentu jauh lebih baik. Mereka tidak sulit ketika pasok hasil kebun ke dapur dan tidak melalui supplier,” pungkasnya. (rnc)