Pendampingan tersebut mencakup satu kelompok tani di Desa Benus, Kecamatan Naibenu; satu kelompok tani di Desa Sekon, Kecamatan Insana; dua kelompok tani di Kelurahan Maubesi, Kecamatan Insana Tengah; serta satu kelompok tani di Kecamatan Noemuti.

Kelompok-kelompok tani binaan HKTI tersebut membudidayakan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Sebagian hasil pertanian bahkan telah disalurkan langsung ke dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebagian besar hasil dari kebun mereka, langsung masuk dapur MBG. Bahkan kami sudah menyiapkan mobil khusus untuk menjemput hasil dari kebun petani dan langsung masuk ke dapur,” jelasnya.

Iklan

Menurut Kristo, langkah tersebut dilakukan untuk membantu petani mendapatkan akses pasar yang lebih mudah, sekaligus mendukung kebutuhan bahan pangan bagi dapur MBG di Kabupaten TTU.

Tanam 27 Ribu Bibit Semangka untuk Penuhi Kebutuhan MBG

Salah satu komoditas yang kini menjadi perhatian HKTI TTU adalah buah semangka. Kristo Haki mengatakan, kelompok tani binaan sedang gencar mengembangkan budidaya semangka karena komoditas tersebut belum banyak dibudidayakan oleh petani di wilayah TTU, sementara permintaan pasarnya cukup tinggi.

“Dapur MBG di TTU banyak mendatangkan semangka dari Kupang. Bahkan kalau Kupang tidak cukup, semangka didatangkan dari Jawa. Jadi kami coba dampingi petani untuk buka lahan dan menyiapkan bibit. Total ada 27 ribu anakan semangka yang sudah ditanam di semua kebun binaan,” ungkapnya.