Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Yohanis menyampaikan duka cita atas meninggalnya JT.
“Sebagai manusia, kami juga turut berduka cita atas kejadian ini. Pimpinan kami juga Pak Kapolda menyampaikan duka cita kepada pihak keluarga korban,” ujarnya.
Setelah JT dinyatakan meninggal, anggota kepolisian membawa jenazahnya ke rumah sakit.
Menurut Yohanis, keluarga kemudian berdatangan ke rumah sakit.
Kedatangan keluarga kemudian berkembang menjadi situasi yang lebih tegang.
Yohanis mengatakan, sebagian warga menerima kejadian tersebut, sementara sebagian lainnya disebut emosi karena belum mengetahui secara utuh kronologi penindakan terhadap JT.
“Ada mungkin karena situasi, situasional ada yang terima dan tidak terima. Ada yang emosi, panas. Tidak mengetahui posisi kasus sebenarnya, sehingga mereka beramai-ramai membawa jenazah ke Polres,” katanya.
Menurut Yohanis, massa tiba di Mapolres Sumba Barat sekitar pukul 16.00 Wita.
Polisi kemudian menyiagakan seluruh personel di markas untuk mengantisipasi kedatangan keluarga dan warga.
Setibanya massa di Mapolres, Yohanis mengaku langsung mengajak sejumlah tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi.
Tokoh yang dilibatkan antara lain kepala desa, camat, tokoh adat, serta perwakilan keluarga korban.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan