Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Anggota yang melihat hal tersebut kemudian mundur dan kembali ke titik awal untuk memberitahukan anggota lainnya.
Polisi kemudian mengirim personel bersenjata untuk membantu pengejaran.
Menurut Yohanis, ketika anggota polisi masuk ke rumah, JT langsung berlari ke arah belakang.
Polisi kemudian melakukan pengejaran.
“Pada saat masuk ke rumah, yang bersangkutan langsung lari ke belakang. Pada saat lari ke belakang itulah anggota melakukan penembakan tiga kali sebagai peringatan. Satu, dua, tiga,” kata Yohanis.
Yohanis mengatakan, JT tetap berlari dan berusaha menuju semak-semak.
Dalam kondisi tersebut, polisi kemudian berupaya melakukan tindakan untuk melumpuhkan JT.
“Karena sama-sama jalan dan lari, yang bersangkutan mungkin kena bebatuan, mau ingin cepat lari ke semak-semak, terjatuh,” ujarnya.
Menurut Yohanis, polisi sebenarnya bermaksud mengarahkan tembakan untuk melumpuhkan salah satu kaki JT.
Namun, karena JT terjatuh, peluru justru mengenai bagian tubuh lainnya.
“Anggota juga sudah ingin untuk melumpuhkan. Melumpuhkan salah satu kakinya. Nah, karena jatuh sehingga peluru itu bukan mengenai kaki, tapi ke badannya,” kata Yohanis.
Akibat kejadian tersebut, JT mengalami luka tembak dan kemudian dibawa ke rumah sakit.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan