Masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama. Pendekatan yang digunakan juga mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, keadilan, tanggung jawab, dan kemandirian.

Berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur serta pengamatan lapangan, terdapat tiga persoalan utama yang perlu diatasi, yakni ketersediaan bibit berkualitas, terbatasnya nilai tambah hasil panen, dan kelembagaan usaha yang belum optimal.

Karena itu, pengembangan rumput laut dirancang secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.

Iklan

Pendampingan dari Hulu hingga Hilir

Pendekatan yang diterapkan menggunakan konsep end-to-end, yakni menghubungkan seluruh proses pengembangan rumput laut dari hulu sampai hilir.

Pada tahap hulu, masyarakat mendapat pendampingan terkait penyediaan bibit, teknik penanaman, pemeliharaan, serta pengelolaan budidaya yang produktif dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

Pada tahap tengah, perhatian diarahkan pada penguatan kelembagaan kelompok. Masyarakat didorong membangun kerja sama, memperbaiki administrasi, membagi tugas, melakukan pencatatan kegiatan, serta menerapkan transparansi dan akuntabilitas.