Uskup Dominikus juga mengingatkan umat Stasi Bitefa untuk terus mempersiapkan diri dan membangun kehidupan menggereja. Seiring dengan pentahbisan gereja, administrasi Stasi Bitefa mulai ditata secara mandiri, termasuk pelayanan administrasi seperti surat permandian yang tidak lagi bergabung dengan paroki induk.

Ia mendorong umat agar semakin aktif menghidupkan gereja. Menurutnya, keaktifan umat dalam kehidupan menggereja merupakan bagian penting dalam membangun budaya iman yang semakin kuat.

“Terima kasih atas doa-doa umat Bitefa. Selamat berbahagia dan selamat berbakti dalam roh dan kebenaran,” pungkasnya.

Iklan

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perayaan 19 tahun tahbisan episkopat Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten TTU, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama Kabupaten TTU, pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Vikjen Keuskupan Atambua Pater Vinsen Wun, SVD, Romo Deken Kefamenanu, Pastor Paroki St. Andreas Tunbaba bersama para imam dan biarawan-biarawati, para donatur, panitia pembangunan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh umat St. Mikhael Bitefa. (rnc)