Perayaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur atas pengabdian dan pelayanan Mgr. Dominikus Saku selama 19 tahun dalam menggembalakan umat di Keuskupan Atambua.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengutip ungkapan Latin, “Non Lapidibus Tantum, Sed Fide Aedificatur Ecclesia,” yang berarti gereja tidak dibangun hanya dengan batu, tetapi dengan iman.

Menurutnya, setiap batu yang tersusun dalam bangunan Gereja St. Mikhael Bitefa menyimpan kisah tentang doa, pengorbanan, keringat, air mata, kemurahan hati, serta iman dan harapan umat kepada Tuhan.

Iklan

“Karena itu, ketika kita memandang gereja ini, jangan hanya melihat kemegahan bangunannya. Lihatlah di balik batu-batunya terdapat wajah orang-orang yang telah berjuang. Ingatlah tangan-tangan yang pernah bekerja dan kenanglah mereka yang telah memberikan apa yang mereka miliki,” katanya.

Gubernur Melki menekankan bahwa pembangunan gereja tidak semata-mata diukur dari kemegahan fisik bangunan, tetapi juga dari nilai iman, persaudaraan, dan pengorbanan yang menyertai proses pembangunannya.

Dorong Peran Gereja dalam Keluarga, Pendidikan dan Ekonomi

Lebih lanjut, Gubernur NTT berharap Gereja St. Mikhael Bitefa tidak hanya menjadi tempat peribadatan dan pembinaan spiritual, tetapi juga hadir sebagai mercusuar kehidupan masyarakat.