Dengan demikian, hasil penelitian perlu dipahami secara hati-hati. Perbedaan performa kognitif antara kelompok gamer dan non-gamer tidak secara otomatis membuktikan bahwa durasi bermain game menjadi penyebab meningkatnya kemampuan kognitif.

Ada kemungkinan faktor lain turut berperan dalam hubungan yang ditemukan oleh peneliti.

Tetap Perlu Pola Hidup Sehat

Bermain game dapat menjadi salah satu aktivitas yang berkaitan dengan performa sejumlah fungsi kognitif. Namun, menjaga kesehatan otak tetap membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

Iklan

Pola hidup sehat, aktivitas fisik, tidur yang cukup, pola makan seimbang, serta aktivitas yang merangsang kemampuan mental tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi otak.

Karena itu, temuan mengenai hubungan bermain game dengan performa kognitif sebaiknya tidak dimaknai sebagai ajakan untuk bermain game tanpa batas, melainkan sebagai hasil penelitian yang masih membutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan kognitif manusia. (*/rnc)