Sementara itu, partisipan yang bermain game kurang dari lima jam per minggu memiliki performa kognitif yang diperkirakan setara dengan kondisi sekitar 5 tahun lebih muda dibandingkan kelompok yang tidak rutin bermain game.

Memori hingga Kecepatan Memproses Informasi

Menurut dr. Adam, sejumlah fungsi kognitif yang dikaitkan dengan temuan tersebut mencakup beberapa kemampuan penting otak.

Di antaranya adalah memori jangka pendek, kemampuan penalaran, kemampuan verbal, serta kecepatan memproses informasi.

Iklan

“Kemampuan kognitif otak yang menjadi awet muda pada orang yang rutin main game meliputi memori jangka pendek, kemampuan penalaran, kemampuan verbal, kecepatan memproses informasi,” katanya.

Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan bermain game dan performa pada sejumlah aspek kognitif. Namun, hasil penelitian tidak serta-merta berarti bermain game membuat kemampuan kognitif seseorang menjadi lebih muda.

Bukan Bukti Game Menyebabkan Otak Lebih Muda

Dr. Adam mengingatkan bahwa penelitian tersebut masih berada pada level asosiasi, sehingga belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat.

“ Tapi ingat, penelitian ini baru asosiasi ya levelnya, bukan sebab akibat. Masih mungkin ada faktor lain yang berpengaruh ke kemampuan kognitif, selain rutinitas main game,” ujarnya.