Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID— Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kembali memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting. Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya dilakukan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi harus dimulai sejak sebelum seorang anak dilahirkan.
Hal tersebut disampaikan Thobias saat membuka Pra-Musrenbang Tematik Penanggulangan Stunting Tingkat Kecamatan Sabu Barat di Aula Tunu Robo, Selasa (8/9/2026).
Menurut Thobias, persoalan stunting berkaitan langsung dengan masa depan generasi dan pembangunan Kabupaten Sabu Raijua.
“Kita tidak sekadar berkumpul untuk membahas program pemerintah. Kita sedang membicarakan masa depan manusia, masa depan anak-anak kita, dan masa depan Kabupaten Sabu Raijua,” tegas Thobias.
Ia mengatakan, angka stunting yang tercantum dalam data bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut terdapat anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang serta keluarga yang membutuhkan perhatian, pelayanan dan pendampingan.
Karena itu, setiap data stunting harus menjadi dasar bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah nyata.
Pemda Diminta Tidak Terlena
Sabu Raijua sebelumnya mencatat prestasi dengan meraih peringkat pertama dalam penanggulangan stunting tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2025, dengan prevalensi stunting sebesar 21,95 persen.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan