Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Di antaranya pembicara ahli dari Pusat Pendidikan dan Pembinaan Manajemen Jakarta, Dr. Firdaus Basbeth dan Fitri Safira.
Kegiatan tersebut juga melibatkan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Evert Hosong, yang tengah melakukan penelitian terhadap varietas kenari.
Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung proses pengembangan dan pemanfaatan Kenari Alor, termasuk untuk kebutuhan pengajuan dan penguatan data varietas kepada Kementerian Pertanian RI.
Dengan tiga Indikasi Geografis yang telah dimiliki, Alor memiliki modal penting untuk memperkuat identitas produk lokal. Tantangan berikutnya adalah memastikan perlindungan tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, keberlanjutan produksi, serta kesejahteraan masyarakat petani.
Kenari Alor pun diharapkan tidak sekadar menjadi komoditas khas daerah, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah yang mampu membawa identitas Alor ke pasar nasional maupun internasional. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan