Ia bahkan menyampaikan gagasan agar produk kenari menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Alor.

Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah menjadikan produk kenari sebagai bagian dari tradisi atau simbol dalam proses perkawinan masyarakat Alor.

WVI Dorong Pengembangan Kenari Alor Berkelanjutan

Project Coordinator WVI-Inclusion NTT, Ferdinan Beno, mengatakan ketertarikannya terhadap Kenari Alor berawal dari proses mempelajari potensi sumber daya alam daerah tersebut dan berdiskusi dengan pemerintah daerah.

Sejak 2017, ia kemudian mulai mendekati para petani kenari dan mempromosikan berbagai produk berbahan kenari ke berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Ferdinan, upaya tersebut kemudian berkembang menjadi inisiatif untuk membentuk lembaga Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kenari Alor.

Ia berharap penguatan kelembagaan tersebut dapat memastikan pengembangan Kenari Alor berlangsung secara berkelanjutan.

Ferdinan juga mengingatkan agar waktu sekitar enam bulan yang tersisa dalam program pendampingan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat petani, kelembagaan, produk, dan pemasaran kenari.

Libatkan Ahli dan Peneliti BRIN

Kegiatan penguatan kapasitas MPIG Kenari Alor berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang.