Lewoleba, RakyatNTT.ID – Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026 pagi.

Erupsi Gunung Ile Lewotolok terjadi sekitar pukul 06.41 WITA. Letusan tersebut menghasilkan kolom asap dan abu vulkanik yang membubung hingga sekitar 600 meter di atas puncak gunung.

Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok memang terpantau masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya letusan yang tercatat oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok.

Pada Jumat, 4 September 2026, tercatat sebanyak 378 kali letusan dalam periode 24 jam. Tingginya frekuensi letusan menunjukkan aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih perlu mendapat perhatian serius.

Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di sekitar gunung maupun wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas kawah.

Larangan juga berlaku pada radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah untuk sektor selatan dan tenggara.

Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok maupun pihak berwenang.

Peningkatan aktivitas erupsi menjadi pengingat bahwa kondisi Gunung Ile Lewotolok masih dinamis. Warga dan wisatawan diharapkan tidak mengabaikan batas aman yang telah ditetapkan demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik. (*/rnc)