BNPB memastikan warga yang memutuskan pulang tetap mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan.

“Tentu kami akan tetap memfasilitasi setiap masyarakat atau pengungsi yang pulang ke rumah masing-masing dengan sukarela, tentu kami akan memberikan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan,” kata Berton.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses kepulangan warga berlangsung aman dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

Iklan

95.567 Rumah Rusak

Dampak kerusakan akibat gempa juga masih dalam proses pendataan.

BNPB mencatat sebanyak 95.567 unit rumah mengalami kerusakan.

Namun, angka tersebut masih akan diverifikasi untuk memastikan kategori kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.

Verifikasi menjadi penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

9.765 Gempa Susulan Masih Terjadi

Di tengah mulai menurunnya jumlah pengungsi, aktivitas kegempaan di wilayah terdampak masih terus berlangsung.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga 30 Agustus 2026 tercatat 9.765 gempa susulan setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.

Gempa susulan terbesar tercatat mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil memiliki magnitudo M1,0.