Waikabubak, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan dalam Ibadah Pentahbisan Pendeta GKS Jemaat Puu Weri, Vic. Benggelin Christien Asmaryati Riwu, S.Si., Teol., Jumat (28/8/2026).

Ibadah pentahbisan yang berlangsung di GKS Jemaat Puu Weri tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pelayanan Pendeta Benggelin setelah menyelesaikan rangkaian masa vicariat.

Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Dade atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan pribadi menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada Pendeta Benggelin yang telah diteguhkan dan ditahbiskan dalam panggilan pelayanan sebagai pendeta.

Iklan

Menurut Yohanis Dade, pentahbisan bukan sekadar seremoni keagamaan. Momentum tersebut merupakan peristiwa iman ketika seorang hamba Tuhan secara khusus dipanggil untuk melayani Tuhan dan umat-Nya.

“Panggilan menjadi seorang pendeta adalah panggilan yang mulia, tetapi sekaligus merupakan panggilan yang berat. Seorang pendeta tidak hanya dipanggil untuk berkhotbah di atas mimbar, tetapi dipanggil untuk hadir di tengah kehidupan umat,” ungkap Yohanis Dade.

Pendeta Harus Hadir di Tengah Pergumulan Umat

Yohanis Dade mengatakan, seorang pendeta dituntut mampu mendengar pergumulan umat, menguatkan mereka yang lemah, menghibur yang berduka, menegur yang salah, sekaligus membawa umat semakin dekat kepada Tuhan.