Waingapu, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., resmi menutup rangkaian Pacuan Kuda Humba Cup IV yang digelar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Cabang Sumba Timur.

Penutupan berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti, Prailiu, Waingapu, Sabtu (29/8/2026), sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk menegaskan dukungan terhadap pengembangan olahraga berkuda dan pelestarian budaya Sumba.

Pacuan kuda selama ini bukan hanya dikenal sebagai pertandingan olahraga. Bagi masyarakat Sumba Timur, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Iklan

Bupati Sumba Timur: Pacuan Kuda Bagian dari Identitas Sumba

Dalam sambutannya, Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi kepada PORDASI Cabang Sumba Timur, panitia pelaksana, peserta, joki, pemilik kuda, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Humba Cup IV.

Menurutnya, pacuan kuda memiliki nilai yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi olahraga.

Tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas masyarakat Sumba Timur yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara profesional.

“Pacuan kuda merupakan bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Sumba. Karena itu, kita harus terus menjaga, melestarikan dan mengembangkan olahraga ini secara profesional, sehingga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujar Bupati.