Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Dalam situasi bencana, pendidikan tidak boleh kehilangan relevansinya. Mahasiswa belajar bukan hanya dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dari bagaimana ilmu pengetahuan digunakan untuk membantu manusia. Namun, bantuan itu harus dilakukan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab,” jelas Rektor.
Universitas juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang menjadi korban maupun terdampak langsung gempa. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi bencana tidak menimbulkan kerugian akademik bagi mahasiswa yang terdampak karena keadaan di luar kendali mereka.
UNIKA Tegaskan Komitmen Bersama Masyarakat
UNIKA Santu Paulus Ruteng memandang gempa Flores bukan hanya sebagai persoalan kemanusiaan, tetapi juga sebagai momentum bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, solidaritas, dan pengabdian secara nyata.
“Kami ingin UNIKA hadir bukan hanya ketika keadaan normal. Justru dalam situasi sulit seperti sekarang, kampus harus menunjukkan bahwa ilmu, iman dan solidaritas dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat bangkit kembali,” pungkas Rektor.
Melalui kebijakan penarikan mahasiswa sekaligus pembentukan posko tanggap darurat, UNIKA berupaya menjaga keseimbangan antara keselamatan sivitas akademika dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat terdampak gempa.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan