Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Yang saya tanya ke anak ini, dia cerita bahwa kita kerjakan latihan, kemudian wali kelas sampaikan bahwa yang sudah selesai bisa keluar belanja jajan untuk makan di kelas. Karena sudah selesai lebih awal dia keluar, namun setelah di dalam kelas guru ini pukul tiga kali di kepala,” ungkap JB.
Keluarga menyebut kondisi korban kemudian mengalami sakit pada bagian kepala. Selain kondisi fisik, JB juga mengkhawatirkan dampak psikologis yang dialami anaknya akibat dugaan kekerasan tersebut.
Kepala Sekolah Akui Ada Informasi Dugaan Kekerasan
Kepala UPTD SD Inpres Kaniti, Yuli Nenabu, membenarkan adanya informasi mengenai siswa kelas V yang mengalami sakit. Ia juga mengakui telah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru YN.
Yuli mengatakan, dirinya mengetahui kejadian tersebut dari sesama guru karena saat peristiwa berlangsung ia berada di kantor. Informasi juga diperoleh dari orang tua korban.
“Saya tahu dari teman guru, karena saya berada di kantor. Namun, saya juga mendapatkan informasi dari orang tua dan ada video tentang anak siswa yang sedang sakit sekali,” ungkap Yuli.
Menurut Yuli, hingga saat ini oknum guru YN belum memberikan penjelasan terkait dugaan tindakan tersebut.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan