Tim juga akan menggali informasi mengenai pemanfaatan, perawatan, dan pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan selesai.

“Kami ingin mendapatkan data dari masyarakat maupun pemerintah daerah mengenai manfaat program tersebut, bagaimana keberlanjutannya, termasuk perawatan dan pemeliharaannya. Data tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan untuk program-program yang dapat dikembangkan ke depan,” katanya.

Kabupaten Alor menjadi salah satu dari sekitar 10 lokasi penelitian dalam kegiatan tersebut. Lokasi lainnya antara lain Nias, Mentawai, Tapanuli, Bangkalan, Sumba Barat, Ambon dan Merauke.

Iklan

Hasil Penelitian Diharapkan jadi Dasar Program Bakti TNI

Selama berada di Alor, tim akan melakukan wawancara dan pengumpulan informasi dari pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, jajaran TNI dan Polri, serta masyarakat penerima manfaat.

I Made meminta seluruh pihak memberikan informasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Bapak dan Ibu akan menjadi sumber informasi bagi kami. Karena itu, kami sangat mengharapkan masukan sesuai dengan data dan kondisi faktual yang ada di lapangan,” ujarnya.

Penelitian tersebut juga diarahkan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang belum tertangani dan berpotensi menjadi prioritas dalam pengembangan program Bakti TNI AD selanjutnya.