Penelitian tersebut tidak hanya menilai hasil pembangunan secara fisik, tetapi juga melihat manfaat yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun.

“Tujuan kami hadir di Alor adalah untuk melakukan pengumpulan data dan penelitian terhadap program-program Bakti TNI Angkatan Darat yang sudah dilaksanakan, terutama untuk melihat sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat dan bagaimana keberlanjutan program tersebut,” jelas I Made.

Tim yang melakukan kunjungan ke Alor berjumlah tujuh personel, terdiri atas empat personel Seskoad dan tiga personel dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).

Iklan

Dari Seskoad terdapat Kolonel Inf. I Made Suharsana selaku Dosen/Korlap, Kolonel Inf. A.A.N. Krisna selaku Wadirdik/Evaluator, Mayor Cpm. Arga Hogantoro, S.S.T.Han., S.I.P., M.Pa.C.S. selaku Pasis, serta Kapten Inf. Rio Justin Vilanto, S.T.Han. selaku Pasis.

Sementara dari Unjani terdapat Dr. apt. Barmi Hartesi, M.Farm. selaku dosen, Harky Ristala, S.I.P., M.Si. dan apt. Ryan Novia Khaeranny, M.S.Farm. selaku mahasiswa.

Sumur Bor, Jembatan hingga RTLH jadi Objek Penelitian

I Made menjelaskan, sejumlah program yang menjadi perhatian dalam penelitian antara lain pembangunan sumur bor dan sarana penyediaan air bersih, pembangunan jembatan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta berbagai pembangunan fisik lainnya.