Menurutnya, sistem pendataan yang terpusat akan memudahkan pemerintah dalam menentukan kebutuhan masyarakat sekaligus mengatur distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran.

Tito meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada pendataan awal, tetapi terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar penting dalam mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Iklan

“Sambil kita melakukan pendataan-pendataan terus. Untuk persiapan rekonstruksi, rehabnya nanti. Pemerintah pusat pasti enggak tinggal diam. Kita keroyok semua ya,” ujarnya.

Warga Tak Boleh Dipaksa Kembali ke Rumah

Selain soal pendataan, Tito memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan masyarakat yang masih mengalami trauma dan kekhawatiran akibat gempa.

Ia meminta pemerintah daerah tidak memaksakan warga untuk kembali tidur atau beraktivitas di dalam rumah apabila mereka masih merasa tidak aman.

Menurut Tito, warga yang memilih bertahan di luar rumah, tenda, maupun tempat aman lainnya harus tetap mendapatkan kebutuhan dasar.

“Jangan paksa masyarakat untuk tidur di dalam. Kalau mereka mau di luar, di tenda, di tempat yang aman, silakan. Jangan dipaksa. Sambil kasih makan, kelengkapan mereka minum dan lain-lain yang mendasar,” tegasnya.