Borong, RakyatNTT.ID – Korban meninggal dunia akibat gempa Flores yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi lima orang. Tiga korban di antaranya merupakan seorang ibu dan dua anak yang tewas setelah tertimbun reruntuhan rumah di Kabupaten Manggarai Timur. Sebelumnya diberitakan dua orang di Kabupaten Sikka meninggal dunia.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (15/8/2026), setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, membenarkan adanya tiga korban meninggal dunia dalam satu keluarga tersebut.

Iklan

“Ibu dan dua anak meninggal,” kata Ahmad Zacky, Sabtu (15/8/2026).

Ketiga korban dilaporkan meninggal setelah tertimbun reruntuhan rumah ketika gempa mengguncang wilayah tersebut. Hingga kini, kronologi lengkap mengenai kondisi korban saat gempa terjadi masih dalam proses pendalaman.

Video Evakuasi Korban Beredar

Video proses evakuasi salah satu korban juga beredar dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya terlihat dalam posisi telentang di antara reruntuhan bangunan.

Sejumlah warga terlihat berupaya melakukan evakuasi terhadap korban dari timbunan material rumah.

Peristiwa tersebut menggambarkan kuatnya dampak gempa yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Flores.

Petugas bersama masyarakat masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan kondisi warga serta mendata kerusakan bangunan akibat gempa.

Korban Gempa di Sikka

Selain tiga korban di Manggarai Timur, sebelumnya BNPB melaporkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka akibat gempa di Kabupaten Sikka.

Dampak gempa dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan Laurens Say, Kabupaten Sikka.

Dengan tambahan tiga korban dari Manggarai Timur, jumlah korban meninggal dunia yang dilaporkan hingga saat ini menjadi lima orang.

Namun, proses pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Jumlah korban maupun kerusakan masih berpotensi berubah seiring dengan proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.

44 Gempa Susulan Tercatat

Gempa utama sebelumnya mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, dengan kekuatan M7,7. Gempa terjadi pada Sabtu pagi dan dirasakan kuat di berbagai wilayah Flores.

BMKG mencatat aktivitas gempa susulan terus terjadi setelah gempa utama. Hingga pukul 08.45 WITA, tercatat sebanyak 44 kali gempa susulan di wilayah NTT.

Aktivitas gempa susulan tersebut membuat masyarakat diminta tetap waspada, terutama mereka yang berada di dalam atau sekitar bangunan yang mengalami kerusakan.

Warga juga diimbau tidak memasuki bangunan yang mengalami retak atau kerusakan struktural karena masih berpotensi membahayakan keselamatan.

Petugas gabungan bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan dampak gempa, termasuk korban jiwa, korban luka, kerusakan rumah, serta fasilitas umum.

Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta aparat pemerintah daerah. Informasi yang belum terverifikasi juga diimbau tidak disebarluaskan untuk menghindari kepanikan di tengah situasi darurat.

Penanganan dan pendataan korban gempa Flores masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT. (*/rnc)