Larantuka, RakyatNTT.ID – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (28/8/2026) pagi.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada pukul 07.35 WITA, dengan kolom abu vulkanis teramati membubung sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak gunung.

Dengan ketinggian puncak sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut (mdpl), kolom letusan tersebut terlihat cukup tinggi dan menjadi tanda bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih berlangsung.

Iklan

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Fransiskus Xaverius Masan, kolom abu yang keluar berwarna kelabu dengan intensitas tebal.

Kolom abu tersebut teramati bergerak ke arah barat daya dan barat.

“Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 07:35 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ±1.000 meter di atas puncak,” tulis Badan Geologi dalam laporan yang dirilis Jumat (28/8/2026).

Erupsi Terekam Seismograf

Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut juga terekam pada seismograf.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi memiliki amplitudo maksimum 14,8 milimeter dengan durasi mencapai 364 detik.

PVMBG mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih berlangsung.

Masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar gunung api diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Radius 5 Kilometer dari Pusat Erupsi Dilarang Beraktivitas

PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi bahaya lain yang dapat muncul setelah erupsi, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Waspadai Banjir Lahar Hujan

PVMBG mengingatkan masyarakat mengenai potensi banjir lahar hujan apabila hujan deras mengguyur kawasan sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki.

Ancaman tersebut terutama perlu diwaspadai di sepanjang sungai-sungai yang berhulu dari kawasan puncak gunung.

Sejumlah wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai tersebut diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi kebencanaan.

Warga Diminta Gunakan Masker Saat Hujan Abu

Selain ancaman lahar hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai dampak abu vulkanis terhadap kesehatan.

Warga yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut.

Penggunaan masker penting untuk mengurangi risiko masuknya partikel abu vulkanis ke saluran pernapasan.

Masyarakat juga diminta tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi, serta mematuhi arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang kembali terjadi pada Jumat pagi menjadi pengingat bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di zona yang telah ditetapkan berbahaya. (rnc)