Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Winston, pengalaman penyaluran bantuan di Ende menunjukkan pentingnya pendataan penerima manfaat yang akurat serta koordinasi antarlembaga.
Hal tersebut diperlukan agar tidak terjadi penumpukan bantuan di lokasi tertentu, sementara keluarga terdampak lainnya justru belum mendapatkan bantuan.
“Dalam bencana, persoalannya bukan hanya berapa banyak bantuan yang tersedia, tetapi apakah bantuan itu menemukan orang yang paling membutuhkannya. Karena itu saya mengapresiasi kawan-kawan GAMKI Ende dan Badan Tanggap Bencana GMIT Syalom Ende yang memilih turun, mengetuk pintu rumah warga dan mencari mereka yang mungkin belum terjangkau,” kata Winston.
Ia menegaskan, gerakan GAMKI Peduli Flores tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan tanggap darurat.
Setelah kebutuhan paling mendesak terpenuhi, perhatian perlu diarahkan pada proses pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk pemulihan sosial dan ekonomi keluarga terdampak serta perhatian terhadap kelompok rentan.
“Gempa merusak dalam hitungan detik, tetapi memulihkan kehidupan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu solidaritas jangan selesai ketika masa tanggap darurat berakhir. Kita harus berjalan bersama masyarakat dari fase bertahan menuju fase bangkit,” tegasnya.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan