Lebih dari itu, ia ingin membangun kepercayaan diri mahasiswa bahwa mereka tetap mampu berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat global meskipun menempuh pendidikan dari daerah.

“Saya ingin mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Ruteng percaya bahwa meskipun kita berada di daerah, kita tetap bisa belajar, berkarya, dan berkolaborasi dengan dunia internasional. Kita boleh berangkat dari budaya Flores, tetapi cita-cita dan jejaring akademik kita bisa mendunia,” ungkapnya.

Kolaborasi UNIKA Santu Paulus Ruteng dengan akademisi diaspora tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pendidikan dapat berjalan beriringan dengan kekayaan budaya lokal.

Iklan

Melalui perpaduan AI, digital learning, dan etnomatematika, Program Studi Pendidikan Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng diarahkan untuk melahirkan calon guru yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami konteks sosial dan budaya masyarakat tempat mereka mengabdi.

Pada akhirnya, program ini tidak hanya berorientasi pada keberhasilan memperoleh pendanaan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang lebih kuat melalui peningkatan kualitas pembelajaran, budaya riset, publikasi, jejaring internasional, dan reputasi Program Studi Pendidikan Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng. (*/rnc)