Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ruteng, RakyatNTT.ID – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., berhasil meraih pendanaan melalui Program Pendanaan Mobilitas Dosen Tahun 2026.
Pendanaan tersebut diperoleh melalui proposal bertajuk “Diaspora Berdampak: Penguatan Ekosistem Pembelajaran Matematika Berbasis Artificial Intelligence dan Digital Learning untuk Mewujudkan Program Studi Pendidikan Matematika Bereputasi Internasional.”
Program ini mempertemukan Dr. Maximus Tamur dari UNIKA Santu Paulus Ruteng dengan Assoc. Prof. Tommy Tanu Wijaya, M.Ed., Ph.D., akademisi diaspora Indonesia yang mengajar di Beijing Normal University, China.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pembelajaran matematika melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), digital learning, riset, publikasi, serta pengembangan jejaring akademik internasional.
Kepada unikastpaulus.ac.id, Kamis (13/8/2026), Dr. Maximus menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab atas capaian tersebut.
Menurutnya, pendanaan tersebut bukan sekadar keberhasilan pribadi, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap UNIKA Santu Paulus Ruteng, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika.
Bangun Ekosistem Pembelajaran Matematika Berbasis AI
Dr. Maximus atau yang akrab disapa Pak Max menjelaskan program tersebut tidak dirancang hanya dalam bentuk seminar maupun lokakarya.
Tim mengembangkan program sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), artificial intelligence, digital learning, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi mahasiswa, riset, publikasi, hingga roadmap pengembangan program studi.
Kolaborasi dengan Assoc. Prof. Tommy Tanu Wijaya menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut.
Pak Max memilih akademisi Beijing Normal University itu karena memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan matematika, AI literacy, digital learning, penelitian pendidikan, serta jejaring akademik internasional.
Dalam pelaksanaannya, program akan mengembangkan sejumlah bentuk pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika, seperti AI generatif, chatbot pendidikan, learning analytics, dan berbagai perangkat AI lainnya.
Teknologi tersebut akan diintegrasikan dengan digital learning, OBE, serta pendekatan etnomatematika.
Mahasiswa Belajar AI tanpa Tinggalkan Budaya Flores
Konsep “Diaspora Berdampak” berangkat dari gagasan bahwa diaspora Indonesia yang berkiprah di luar negeri dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global untuk memperkuat pendidikan di dalam negeri.
“Sederhananya, membawa pengalaman global untuk memperkuat kebutuhan lokal. Kita belajar dari praktik-praktik internasional, tetapi tidak kemudian meninggalkan karakter kita sendiri,” jelas Pak Max.
Karena itu, pengembangan AI dalam pembelajaran matematika di UNIKA Santu Paulus Ruteng tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi.
Tim juga akan menghubungkan teknologi tersebut dengan etnomatematika dan budaya lokal Flores.
Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi global sekaligus mengembangkan model pembelajaran yang dekat dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Program tersebut menargetkan keterlibatan sedikitnya 100 mahasiswa, dengan target 80 persen peserta mencapai kategori kompeten berdasarkan asesmen program.
Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan AI dan teknologi digital secara kritis, etis, dan produktif sebagai bekal menjadi calon guru matematika di era perkembangan teknologi.
Targetkan Produk Pembelajaran hingga Publikasi Internasional
Program Pendanaan Mobilitas Dosen 2026 ini juga memiliki sejumlah target luaran konkret.
Tim menargetkan sedikitnya lima produk pembelajaran digital atau modul berbasis AI dan etnomatematika, rekomendasi pengembangan kurikulum, serta minimal lima RPS yang direvisi maupun dikembangkan.
Selain itu, tim menyiapkan practice guide dan model implementasi yang dapat digunakan kembali oleh program studi maupun sekolah mitra.
Bagi Pak Max, capaian tersebut merupakan bagian dari proses transformasi Program Studi Pendidikan Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng.
Program akan menyentuh berbagai aspek, mulai dari peningkatan sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, riset, publikasi, jejaring internasional hingga penguatan reputasi program studi.
Kerja sama dengan Beijing Normal University juga ditargetkan dapat berlanjut dalam bentuk jejaring akademik yang lebih permanen.
Tim menargetkan terbentuknya sedikitnya dua Letter of Intent (LoI) atau Implementation Agreement, komunitas praktik, serta roadmap pengembangan Program Studi Pendidikan Matematika periode 2026–2030.
Program ini juga membuka peluang pengembangan riset bersama dan publikasi internasional.
Sedikitnya tiga proposal penelitian kolaboratif dan dua artikel ilmiah yang masuk ke jurnal internasional bereputasi menjadi bagian dari target program.
Mahasiswa UNIKA Ruteng Terhubung dengan Akademisi Global
Pak Max menilai salah satu manfaat terbesar program tersebut adalah terbukanya kesempatan bagi mahasiswa Pendidikan Matematika UNIKA Ruteng untuk memperoleh pengalaman akademik internasional tanpa harus meninggalkan Ruteng.
“Mahasiswa Unika Ruteng dapat berinteraksi dengan akademisi internasional, mengikuti kuliah pakar, mempelajari AI dan pembelajaran digital, mengembangkan media pembelajaran, terlibat dalam penelitian, serta mengenal standar akademik internasional,” jelasnya.
Lebih dari itu, ia ingin membangun kepercayaan diri mahasiswa bahwa mereka tetap mampu berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat global meskipun menempuh pendidikan dari daerah.
“Saya ingin mahasiswa Pendidikan Matematika Unika Ruteng percaya bahwa meskipun kita berada di daerah, kita tetap bisa belajar, berkarya, dan berkolaborasi dengan dunia internasional. Kita boleh berangkat dari budaya Flores, tetapi cita-cita dan jejaring akademik kita bisa mendunia,” ungkapnya.
Kolaborasi UNIKA Santu Paulus Ruteng dengan akademisi diaspora tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pendidikan dapat berjalan beriringan dengan kekayaan budaya lokal.
Melalui perpaduan AI, digital learning, dan etnomatematika, Program Studi Pendidikan Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng diarahkan untuk melahirkan calon guru yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami konteks sosial dan budaya masyarakat tempat mereka mengabdi.
Pada akhirnya, program ini tidak hanya berorientasi pada keberhasilan memperoleh pendanaan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang lebih kuat melalui peningkatan kualitas pembelajaran, budaya riset, publikasi, jejaring internasional, dan reputasi Program Studi Pendidikan Matematika UNIKA Santu Paulus Ruteng. (*/rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan