Selain itu, terbentuk kolaborasi antarsekolah melalui empat gugus. Berbagai praktik baik juga berhasil diidentifikasi untuk dikembangkan dan dibagikan kepada satuan pendidikan lainnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menghasilkan rencana tindak lanjut guna memastikan keberlanjutan program peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua.

Monitoring 17 Sekolah Akan Dilakukan Berkala

Ke depan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua akan melakukan monitoring dan pendampingan secara berkala terhadap 17 sekolah penerima BOSKINERJA.

Iklan

Koordinasi melalui empat gugus juga akan diperkuat. Pemanfaatan program diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat.

“Mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Bimtek BOSKIN Terbaik Tahun 2026, Pemkab Sabu Raijua berharap lahir semakin banyak praktik baik yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lainnya. Langkah tersebut diharapkan memperkuat budaya mutu sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua secara berkelanjutan. (*/rnc)